Teori umum mengatakan bahwa setiap manusia ingin diakui peran dan keberadaannya. Itulah sebabnya banyak orang yang ingin mempunyai banyak peran untuk memiliki eksistensi yang diinginkannya. Semakin banyak peran yang dilakoni maka semakin besar eksistensinya. Dan semakin banyak peran, maka orang tersebut akan semakin reliable. Semakin reliable seseorang, maka kecenderungan ia untuk mendapatkan peran yang lebih juga semakin besar. Begitulah kira-kira yang ada dibenak saya kali ini.
Tetapi ingatlah satu hal, banyak peran haruslah sebanding dengan kondisi tubuh anda. Karena tubuh anda hanya satu, dan hanya anda lah yang tau seberapa banyak dan seberapa besar peran yang dapat anda lakoni. Eksploitasi yang sering kita dengar selama ini bukan hanya berlaku pada sumber daya alam saja, atau pada orang tua dengan anaknya, namun juga pada diri anda sendiri. Untuk itulah penting bagi kita untuk menentukan mana peran yang harus kita lakoni dan peran mana yang tidak mungkin kita jalankan.
Lalu bagaimana dengan peran yang tidak mungkin kita jalankan? Apakah dibiarkan begitu saja? Terbengkalai? Tidak.
We are not alone, and everybody knows that
Cobalah untuk meminta tolong pada orang sekitar anda, teman, atau keluarga. Namun, di era globalisasi ini, ada satu hal krusial yang sering dilupakan orang sebelum meminta tolong kepada orang lain, yakni mengucapkan kata tolong sebelumnya dan terima kasih sesudahnya. Meski hanya satu atau dua patah kata yang sangat sederhana, percayalah bahwa dengan anda mengatakan kata "mantra" tersebut orang yang anda mintai pertolongan akan melakukannya dengan perasaan yang lebih nyaman dan tidak terbebani.
Hal demikian terjadi pada diri saya sendiri. Entah bagaimana cara orang tersebut berpikir, tapi ia selalu menyuruh saya, namun saya lebih suka menyebutnya meminta pertolongan. Ia meminta tolong tanpa mengucapkan mantra sebelum dan sesudahnya, ditambah lagi ia melakukannya seakan tak henti-henti. Setiap kali saya diam, ada saja yang harus saya kerjakan lagi. Jujur saya jenuh, capek, terbebani, intinya saya merasa tereksploitasi. Pernah saya berpikir saya salah untuk terlalu baik dan menerima semua peran yang ia minta. Sekarang saya enggan menerima peran darinya, kalaupun saya terima hanyalah formalitas.
Oleh sebab itu pentingnya tatakrama dalam berperan dan memberikan peran amatlah penting. Ingatlah bahwa seorang aktor dapat berperan dengan baik karena ia memerankannya dari hati.