Thursday, November 29, 2012

Turn right or left? Go straight aja laaahh, wait the stronger wind to turn

Long time no write. Actually this blog would talk about what's on my mind in essay, article, short story, or poems form. But now it looks like a diary. Hahaha

But here i promise to write "the right thing" which is original, not only my story in life like a real diary. Keep enjoy reading :) dont forget to vote and give comment. Thanks

I dont know what i'm feeling now. There is a boy who is completely make me pay attention on him. But he is not AI, and he is not like AI at all. Sometime i get confused with what i did. I care to him, i like to see him, moreover sometime he makes me proud of him with what he did. Maybe that's why i often get my eye on him, cause sometime he looks like a hero.
Once i found him having a bad condition. He ignored me, he didnt laugh, he kept his mouth, he just sat, he didnt talk to me,and he was hesitate to see me. I dont know why, i really want to ask, something is gone away in me when he acted like that. Love? i am not sure. I also ever saw him really closed with a girl, they laughed, talked, and did many thing together. You know what i was feeling? Burning. Really strange to me
If i would to compare him with Ai. AI always make me remember to Allah and the purpose of life, is he (boy whom i've told) can do that? if yes, maybe i like him. if no, maybe i just comfort to him. But who cares? I dont want to have a boyfriend legally until i get 20. Now what i want to do is just be honest and let it flow. Honestly, i still thinking of Ai although i dont know when he will talk to me again. but Honestly, i want to laugh together with a boy i tell above :)
will he serious to me? who knows? no one

Monday, September 17, 2012

Berat molekul H20 = 517

Kita merasa sangat menyatu, seperti air. Kita mengalir bersama. Kita membawa kesejukan untuk sekitar. Kita sulit dipisahkan sebagaimana hakikatnya H2O yang sulit untuk dipecah menjadi H2 dan 02.

Entah apa yang menjadikan kami begitu cocok. 517 tak ayal hanyalah sebuah kamar di asrama putri Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kami lah yang menjadikannya berarti, kami lah Indah Nunik Nugraini, Elsa Elfrida, dan Fitri Rahmadani.

Semua kegiatan hampir kita lakukan bersama, mulai dari tidur tengah malam, bangun siang, bangun pagi buta, ke kampus jam 7 pagi, hang out, bermain truth or dare, makan nasi uduk bersama, belajar bersama, cuci baju berjamaah, bolos kegiatan asrama, di-bully dan mem-bully, lomba kentut, ngecengin Pak Ramadi, bergalau masal, bersabar karena punya tetangga tidak ada yang benar, menaklukan hujan angin, berjuang hadapi mata kuliah Botfar, kimia analisis, kimia organik, dan banyak lagi sampai kulit bumi ini tidak cukup untuk menjadi alas menuliskan kisahnya.

Jalan tak selamanya mulus, pasti berliku. 517 diuji seberapa kuat ikatan hidrogen diantara mereka, ujian yang berat dalam sejarah persahabatan, yakni egoisme. Perselisihan terjadi, nampaknya suhu di kamar 517 berubah menjadi -58oC karena perang dingin antara salah dua penghuninya. Sedang satu lagi penghuninya menggigil hebat menghadapi yang terjadi. Ia tak bisa memilih, dan tak akan bisa memilih, karena pada molekul air terdapat 2 atom O dan satu atom H.

Atom hidrogen tidak mungkin melepaskan kedua atom oksigennya, karena ia akan menjadi tak stabil saat melepaskan salah satunya. Berbagai upaya ditempuh untuk menjaganya. Tangis yang meraja, batin yang terkuras, otak yang terbalik, semua dilakukan. Namun perselisihan sudah mengakar dan tetap tidak terselesaikan. Hidrogen selalu berdoa supaya kedua teman oksigennya kembali merujuk. Seiring berjalannya waktu, perselisihan mereda walau masih tersisa. Sayang sekali saat kita harus berpisah, kita tidak merayakannya. Untuk mengenang tawa dan usaha yang dirasakan bersama. Hidrogen sangat mencintai kedua oksigennya layaknya keluarga. Selamat menempuh hidup baru wahai oksigenku, aku pasti merindukan kalian dan ikatan hidrogen diantara kita yang biasa kita sebut dengan persahabatan.

Kapal Menunggu Kapten

Aku ibarat kapal tanpa kapten, aku hanya mengandalkan layar untuk melaju dan angin untuk mengarahkanku. Aku sudah cukup lelah untuk membuat diriku seimbang agar tidak terbalik dan tenggelam. Namun aku hanyalah kapal pada umumnya, aku juga terombang-ambing di tengah samudera yang luas. Aku menunggumu kapten, aku menunggu, tapi entah sampai kapan.

Pernah kapal kecil ini mengejar seorang kapten, namun sang kapten hanya diam kemudian pergi tanpa kabar. “Kapten, aku hanya kapal, saat engkau menjauh aku tidak bisa mengejarmu sampai ke daratan”, ujarku dalam hati. Sudah aku bunyikan peluit untuk memberi kode pada kapten untuk kembali, namun kapten tak kunjung datang. Aku menunggumu kapten, aku menunggu, tapi entah sampai kapan.

Kapal ini bisa tua, rapuh, dan berjamur karena menunggu kapten. Aku selalu setia menunggu dengan bayangan akan petualangan hebat yang akan aku jalani bersama kapten. Kapal ini tak mau pergi mencari kapten lain, karena masih menunggumu, kapten. Hingga bagian dek kapal mulai dimakan rayap dan keropos perlahan. Aku menunggumu kapten, aku menunggu, tapi entah sampai kapan.

Kapal ini masih menunggu seseorang untuk membuatnya berlayar kembali, menerjang badai kehidupan bersama. Saat orang itu datang, aku akan pergi kapten, pergi ke laut lepas. Aku akan sangat senang bertemu dengan orang itu, ialah yang akan membawaku memakan waktu dan mengarungi samudera. Kapal ini akan kembali berguna sebagimana mestinya. Sejak itu kapten haram hukumnya untuk kembali ke kapal. Jika kembali maka bukan kapten sebutannya, tetapi perompak. Jangan sampai menyesal wahai kapten. Aku menunggumu kapten, aku menunggu, tapi entah sampai kapan.

Sunday, February 12, 2012

Deretan Kata di Pertengahan Liburan

Assalamualaikum
Liburan oh liburan. Selama kurang lebih 720 jam saya menjalani masa liburan. Liburan kali ini saya isi dengan silaturahmi dengan teman dan sanak saudara, belajar fisika, dan pasti melakukan eksperimen.
*************************************************************************************
Minggu awal liburan saya sudah melanglang buana ke rumah sahabat saya Yuri. Apa boleh dikata saya sudah rindu sekali menantikan ocehan bawelnya dia, namun tak hanya itu saja kebiasaan saya dirumah Yuri yang tidak pernah absen adalah makan. Suatu saat Yuri membuat pancake dengan rum yang sangat nyengat lebih nyengat dari wangi minyak urut gosok, tapi akhirnya pancake tersebut abis juga. *Padahal niatnya nyicipin tapi dikasih tiga lembar abis juga hahahaha

Kegiatan selanjutnya adalah muter-muter Narogong. Ngapain ya saya ke Narogong? pasti naro gong kan? bukanlah. oohhh kalau begitu pasti nyari duit yang suka jatoh di jalanan ya? makanya saya muter-muter narogong. Tidak juga kawan. Entahlah, tiba-tiba kemampuan menghitung saya hilang, karena saya lupa sudah berapa kali saya melewati depan rumah AI dan puter balik. Yang saya tahu hanyalah saya senang melihat rumahnya yang sederhana, terkadang nampak mobil karimun biru terparkir di dalamnya, dan dikala siang hari pintu utamanya pasti terbuka, tapi kalau sudah sore pasti sudah tutup. Saya serasa melihat sarang burung yang mampu menghangatkan telur induk burung, aman, tentram, nyaman. Sayangnya saya hanya mempunyai nyali sebesar biji jagung untuk sesekali mampir. Lagipula saya bingung kalau ditanya sang pemilik rumah perihal kedatangan saya. Saya hanya bisa menjawab aammm eemmm aaammm eemm... maybe someday i wish i could

Next activity is studying physics. Ohh god, hampir tiap hari saya buka buku yang bertumpuk yang ada di atas meja persegi itu. Tak kurang dari 25 soal saya kerjakan tiap harinya, malah kadang menyentuh angka 60 lebih. Hal ini saya lakukan supaya saya lulus SNMPTN 2012 di jurusan Kedokteran di PTN yang bagus pula. Jujur, meski sekarang ini saya sudah ikhlas kuliah di farmasi, namun keninginan untuk menjadi dokter tetaplah ada. Saya berdo'a ya Allah, semoga untuk kali ini saya dapat mewujudkan cita-cita besar saya. Aamiin.

Sejauh masa liburan ini saya seringkali ditemani rasa galau ditambah segelas musik hangat dari prambors yang turut berpartisipasi di tiap malamnya. AI, i want to tell you onething. Saya, sampai saat ini masih mengingat kalau
"aktinida itu dimulai dari Ac, jadi aktinida ke empat itu U bukan Np". I will do my best ! oh ya, kamu apa kabar?

bye :) Wa'alaikumsalam